Dampak Makanan Haram Terhadap Ibadah

Banyak kaum Muslim kurang paham bahwa Allah akan menolak doa orang yang di dalam tubuhnya masuk makanan haram
Hidayatullah.com--"Mencari yang haram saja susah, apalagi mencari yang halal, "demikian ucapan sebagian orang, seolah-olah bisa melegalkan kita mendapatkan makanan yang haram. Tapi begitulah kondisi kehidupan duniawi saat ini.

Banyak orang jungkir-balik bekerja dan mengumpulkan harta demi sesuap nasi, meski harus mengambil dan mendapatkan makanan haram yang sangat dilarang oleh agama.

Padahal gara-gara makanan, doa kita bisa tidak diterima oleh Allah. Ibnu Abbas berkata bahwa Sa'ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah." Apa jawaban Rasulullah SAW, "Wahai Sa'ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya." (HR At-Thabrani)

Dalam Al-Quran disebutkan, "Katakanlah, terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan oleh Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. "Katakanlah, "Adakah Allah telah memberikan izin kepadamu (dalam persoalan mengharamkan dan menghalalkan) atau kamu hanya mengada-adakan sesuatu terhadap Allah?" (Surah Yunus, 10: 59)

Di bawah ini beberapa dampak makanan haram yang masuk ke perut kita, sebagaimana banyak diungkapkan di hadis dan Al-Quran;

5 Dampak Langsung

Tidak Diterima Amalan

Rasulullah saw bersabda, "Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari." (HR At-Thabrani).

Tidak Terkabul Doa

Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullan saw, "Ya Rasulullah, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul." Rasulullah menjawab, "Wahai Sa'ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan." (HR At-Thabrani). Disebutkan juga dalam hadis lain bahwa Rasulullah saw bersabda, "Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, "Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!" Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?" (HR Muslim).

Mengikis Keimanan Pelakunya

Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin." (HR Bukhari Muslim).

Mencampakkan Pelakunya ke Neraka

Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya." (HR At Tirmidzi).

Mengeraskan Hati

Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, "Dengan memakan makanan halal." (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).

At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, "Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah," (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).

4 Dampak Tidak Langsung

Haji dari Harta Haram Tertolak

Rasulullah saw bersabda, "Jika seorang keluar untuk melakukan haji dengan nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan, "Labbaik, Allahumma labbaik!" Maka yang berada di langit menyeru, "Tidak labbaik dan kau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tidak diterima." (HR At Thabrani)

Sedekahnya ditolak

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya." (HR Ibnu Huzaimah)

Shalatnya tidak diterima

Dalam kitab Sya'bul Imam disebutkan, " Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan." (HR Ahmad)

Silaturrahminya sia-sia

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, " Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)." (HR Abu Daud).[www.hidayatullah.com]




At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, "Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah," (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).

4 Dampak Tidak Langsung

Haji dari Harta Haram Tertolak

Rasulullah saw bersabda, "Jika seorang keluar untuk melakukan haji dengan nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan, "Labbaik, Allahumma labbaik!" Maka yang berada di langit menyeru, "Tidak labbaik dan kau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tidak diterima." (HR At Thabrani)

Sedekahnya ditolak

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya." (HR Ibnu Huzaimah)

Shalatnya tidak diterima

Dalam kitab Sya'bul Imam disebutkan, " Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan." (HR Ahmad)

Silaturrahminya sia-sia

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, " Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)." (HR Abu Daud).[www.hidayatullah.com]

Read Users' Comments (1)komentar

KEDONGDONG MAKAN KEDONGDONG

Mungkin di antara pembaca masih ada yang ingat dengan iklan sebuah minuman Vitamin C yang dibintangi oleh Joshua dengan jargonnya yang terkenal Jeruk Kok Minum Jeruk.

Jargon tersebut jenaka, mengena untuk menyampaikan bahwa minuman yang sedang diminum Joshua sama persis dengan memakan buah jeruk aslinya, baik dari kandungan vitamin dan kesegarannya.

Cerita bermula ketika Joshua yang sedang minum ‘minuman vitamin C’ tiba-tiba datang jeruk yang dimanusiakan, artinya jeruk tersebut telah dikreasikan mempunyai sifat seperti manusia, ingin minum seperti Joshua.

“Minta dong, !!!” kata jeruk kepada Joshua untuk meminta minuman Joshua.
“Jeruk kok minum jeruk ??” jawab Joshua secara retoris untuk menunjukkan ketidakpercayaannya ‘mana mungkin jeruk mempunyai keinginan untuk minum jeruk’.

Jargon ‘Jeruk minum jeruk’ ini sekarang telah diplesetkan oleh pelawak-pelawak untuk menggambarkan hubungan sejenis antara waria dengan waria, dimana, kalau pada iklan Joshua, jargon tersebut memanusiakan jeruk, tetapi pada kasus waria, jargon tersebut untuk menggambarkan mewanitakan laki-laki, yang akhirnya menimbulkan pertanyaan ketidakpercayaan ‘masa laki-laki berhubungan dengan laki-laki’.

Memanusiakan jeruk atau mewanitakan laki-laki, adalah menempatkan subyek tidak pada predikatnya atau fungsinya, implikasinya adalah kelucuan, keanehan, ketidakwajaran, kerancuan dan kemustahilan.
Allah SWT berfirman dalam QS. 5:72

"..kafirlah orang yang mengatakan : Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam"

Memberikan predikat Tuhan kepada nabi Isa as, disamping akan menjadikan kekafiran juga akan menimbulkan implikasi yaitu kerancuan, keanehan, ketidakwajaran dan kemustahilan keyakinan. Kita akan mengetahui jargon jeruk minum jeruk ternyata sangat tepat diterapkan kepada kesalahan memberikan predikat Tuhan kepada nabi Isa as. Mari kita kaji implikasinya.

SEKILAS TENTANG KETUHANAN YESUS

Menurut dogma dalam agama Kristen, Tuhan yang ada di langit berfirman, kemudian firman itu menjelma menjadi seorang manusia yang bernama Yesus :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Injil Yohanes 1-1

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Injil Yohanes : 1:14

Menurut ayat tersebut, Tuhan yang ada di langit berfirman, dan firman itu adalah Tuhan, kemudian firman itu menjelma menjadi manusia, jadi ketika Tuhan telah menjelma menjadi manusia, maka tidak ada lagi Tuhan yang lain selain Yesus atau dengan kata lain tidak ada lagi Tuhan yang ada di langit, karena Tuhan telah tinggal di Bumi dengan rupa Yesus.

Bila ada yang meyakini bahwa masih ada Tuhan yang di langit sementara dalam waktu yang bersamaan meyakini Yesus sebagai Tuhan yang ada di Bumi, berarti keyakinan tersebut sama dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak Esa atau le-bih dari satu.

Memang beragam pemahaman umat Kristen tentang dogma Trinitas tersebut, hal ini tidak bisa dihindari karena ketuhanan Yesus adalah dogma yang dipaksakan. Dalam diskusi saya dengan orang-orang Kristen, dikatakan bahwa bila saya tidak paham dan tidak bisa menerima teologi Trinitas, semata-mata karena saya tidak mendapat bimbingan Roh Kudus.

Padahal, banyak sekali umat Kristen yang bingung dengan teologi Trinitas, apakah mereka juga tidak mendapat bimbingan Roh Kudus ?? Sekarang mari kita uji seilmiah mungkin, tentang teologi ketuhanan Yesus yang menyatakan bahwa Tuhan telah menjelma menjadi Yesus, tentu saja tidak ada lagi Tuhan selain Yesus, karena ayatnya menyatakan menjelma bukan membelah diri.

TUHAN BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Suatu ketika Yesus melihat seorang wanita menangis karena saudaranya laki-laki telah meninggal dunia, wanita tersebut memohon kepada Yesus agar menghidupkan kembali saudaranya. Maka masygullah hati Yesus untuk menolong wanita tersebut, Yesuspun berhasil menghidupkan kembali saudara laki-laki wanita tersebut lalu Yesuspun bersyukur kepada Tuhan :

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Yohanes 11:41

Dalam ayat tersebut sangat nyata disebutkan, Yesus bersyukur kepada Tuhan Bapa, padahal Yesus sendiri diyakini sebagai Tuhan, adalah aneh dan rancu, Tuhan bersyukur?, artinya Tuhan bersyu-kur kepada Tuhan. Banyak sekali pertanyaan yang timbul, salah satunya kepada Tuhan yang mana Yesus bersyukur, bukankah Tuhan telah menjelma menjadi diri Yesus? Apakah Yesus bersyukur kepada dirinya sendiri, tentu saja tidak, karena sikap tersebut merupakan sikap yang tidak masuk akal, seperti pertanyaan retorika Yoshua :

‘Jeruk kok minum Jeruk’.

Sikap Yesus menengadah ke atas bukanlah sikap kosong, artinya memang ada yang dituju yaitu Tuhan yang ada di langit, kalau meyakini Yesus sebagai Tuhan, tidak bisa tidak, harus meyakini Tuhan itu tidak Esa alias lebih dari satu. Yaitu Tuhan yang menerima rasa Syukur Yesus dan Tuhan yang satunya lagi yaitu Yesus sendiri. Pemahaman ini bertentangan dengan ayat :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah Firman itu telah menjadi manusia Ibid no.3

Ayat yang bergaris bawah menunjukkan bahwa Tuhan telah berubah menjadi Yesus , ayat sama sekali tidak menunjukkan Tuhan memperbanyak diri menjadi dua seperti sel yang membelah diri untuk berkembang biak. Tentu saja tetap harus dijawab, Yesus berdo’a kepada Tuhan yang mana kalau Yesus masih diyakini sebagai Tuhan ?

TUHAN BERDOA KEPADA TUHAN

Di dalam Alkitab banyak ayat yang mengisahkan Yesus berdo’a kepada Tuhan :

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:43-44

Dalam ayat tersebut, Yesus berdo’a kepada Tuhan, sangat nyata ada obyek yang dimintai Yesus yaitu Tuhan, dan nyata pula Yesus sangat bergantung kepada Tuhan, Tuhan yang mana lagi ?? Bukankah telah disebutkan dalam yohanes 1:1 dan Yohanes 1:14 Tuhan telah menjelma menjadi Yesus, mungkinkah Yesus berdo’a kepada dirinya sendiri, jelas mustahil yang sama mustahilnya dengan ungkapan :

‘Jeruk minum Jeruk’

Kecuali bila diyakini ada Tuhan selain Yesus, artinya sebelum Tuhan menjelma menjadi Yesus memang telah ada Tuhan yang lainnya. Berikut ini argumentasi teologi tersebut :

Fase 1: Tuhan A dan Tuhan B
Fase 2: Tuhan A menjelma menjadi Yesus
Fase 3: Tuhan Yesus dan Tuhan B

Berdasarkan teologi ini, bila Yesus dikatakan berdo’a ataupun bersyukur itu berarti Tuhan yang dituju Yesus adalah Tuhan B, tetapi teologi ini juga sangat batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat berikut ini :

Bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Ulangan 4:35

Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhan-lah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Ulangan 4:35

"Kamu inilah saksi-saksiKu," demikianlah firman Tuhan, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Yesaya 43:10-11

Lalu apa maksud Yesus berdo’a memohon kepada Tuhan? Bila dijawab Tuhan berdo’a kepada Tuhan yang lain pasti salah, bila dijawab Yesus berdo’a kepada dirinya sendiri juga salah. Jawaban macam apapun akan berbenturan dengan Alkitab dan rasionalitas manusia, selama tetap menuhankan Yesus.

TUHAN DIPERINTAH TUHAN

Ada sebuah ayat yang berbunyi :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:13

Dalam ayat tersebut Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa untuk mencapai hidup yang kekal (bahagia) mereka harus mengenal Tuhan secara benar dan mengenal Yesus sebagai utusan Tuhan .

Ayat tersebut sangat selaras ketika meyakini bahwa Yesus hanyalah seorang manusia utusan Allah SWT, bukan jelmaan Allah SWT. Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah jelmaan Allah SWT dan Yesus juga tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan Yesus mengaku sebagai Tuhan.

Ayat tersebut di atas akan berantakan maknanya, bila memaksakan keyakinan Yesus sebagai Tuhan, salah satu kejanggalannya adalah kalimat terakhir yang menyatakan : ‘dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau Utus,’. Lalu Tuhan yang mana lagi Tuhan yang mengutus Tuhan Yesus?

Bukankah teologi yang menyatakan Yesus sebagai jelmaan Tuhan berarti harus meyakini bahwa tiada Tuhan lagi selain Tuhan Yesus. Kalau demikian adanya mau tidak mau keyakinan ini harus membunuh akal sehat kemudian harus menerima saja ketika dikatakan Tuhan diperintah Tuhan.

Dan masih banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang mengisahkan hubungan Yesus dengan Tuhan adalah hubungan antara seorang utusan dengan Tuhan-Nya yang mengutus. Sehingga kalau kita yakini Yesus sebagai Tuhan akan menimbulkan pertanyaan ‘Kok Jeruk Minum Jeruk’.

Semoga uraian kali ini, dapat memperkuat akidah keimanan kita. Amin.

Read Users' Comments (0)

Malaikat

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.
Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.
Nama dan tugas para Malaikat
Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman, berdasarkan Al Qur'an dan hadits. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut:
• Jibril - Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
• Mikail - Membagi rezeki kepada seluruh makhluk.
• Israfil - Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.
• Munkar dan Nakir - Memeriksa amal manusia di alam barzakh.
• Malaikat Maut - Mencabut nyawa seluruh makhluk.
• Penjaga Surga - Menjaga surga dengan lemah lembut.
• Malik - Pemimpin para malaikat penyiksa neraka (Zabaniyah).
• Zabaniah - 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.[2]
• Hamalat al 'Arsy - Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.[3]
• Harut dan Marut - Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.
• Darda'il - Malaikat yang mencari orang yang berdo'a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.[4]
• Hafazhah (Para Penjaga):[5][6]
o Kiraman Katibin - Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal manusia dan jin.[7][8]
o Mu’aqqibat - Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.[9][10]
• Arham - Malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan rejeki, keberuntungan, ajal dan lainnya pada 4 bulan kehamilan.
• Jundallah - Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan.[11][12][13]
• Ad-Dam'u - Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.
• An-nuqmah - Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.
• Ahlul Adli - Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.
• Malaikat Berbadan Api dan Salju - Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.[14]
• Pengurus Hujan - Pembagian hujan menurut kehendak Allah.[15]
• Penjaga Matahari - Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.[16][17]
• Malaikat Rahmat - Penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.[18]
• Malaikat `Adzab - Pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.[19]
• Pembeda Haq dan Bathil - Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[20]
• Penentram Hati - Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.[21]
• Penjaga 7 Pintu Langit - 7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.[22]
• Pemberi Salam Ahli Surga - Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[23]
• Pemohon Ampunan Orang Beriman - Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.[24]
• Pemohon Ampunan Manusia di Bumi - Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.[25]
Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.
Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an, ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.
Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik didalam Al Qur'an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.
Wujud Malaikat
Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1) ”
Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[26] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .[27]
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.
Sifat Malaikat
Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.[28]
2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
3. Selalu takut dan taat kepada Allah.[29][30]
4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.[31]
5. Mempunyai sifat malu.[32]
6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.[33]
7. Tidak makan dan minum.[34]
8. Mampu merubah wujudnya.[35]
9. Memiliki kekuatan[36][37] dan kecepatan[38] luar biasa
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj..Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.
Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya. Fungsi iman kepada Malaikat Allah :
1. Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatan buruk karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat.
2. Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkan Lailatul Qodar.
3. Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan kita untuk mengikuti / meniru sifat dan perbuatan malaikat.
4. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena tiap perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis
Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.
Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.
Tempat yang tidak disukai Malaikat
Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu diantara lain adalah:
1. Tempat yang didalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);[39]
2. Tempat yang terdapat patung (gambar);[40]
3. Tempat yang didalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;[41]
4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.[42]
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, diantaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.
Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur.[43] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.[

Read Users' Comments (0)

JIN

JIN
Jin adalah ciptaan Allah SWT yang bahan-bahannya terbuat dari nyala api yang sangat panas. Meski demikian, bentuk jin sangat halus dan dunianya benar-benar tersembunyi. Hampir semua mata manusia biasa tidak dapat melihat jin. Sebaliknya, jin bisa melihat seluruh gerak gerik manusia. Allah SWT secara tegas berfirman; “Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”(QS. Al A’raf: 27)
Jika ada manusia yang dapat melihat jin atau alam jin, maka itu bukan bentuk atau rupa jin yang sebenarnya. Hakikatnya, jin itu sedang menjelma dalam wujud makhluk lain yang dapat dilihat secara kasat mata. Allah SWT memang memberi kekhususan atau keistimewaan tersendiri kepada golongan jin. Di antaranya, jin dapat mengubah bentuknya ketika mendatangi seseorang. Jin mampu mengelabui dan menggoda manusia dalam situasi tertentu. Jin bisa mengubah sosoknya agar diterima oleh kalangan dan kelompok lain yang dimasukinya.
Umpamanya jin dapat menjelma menjadi ular, kalajengking, unta, sapi, kambing, kuda, keledai, burung, anjing, atau kucing hitam. Jin bisa menjelma menjadi manusia biasa. Contohnya jin mirip dengan ayah, ibu, saudara, adik, nenek, kakek, paman, bibi, guru, atau orang-orang yang kita cintai. Bahkan, jin dapat berubah wujud menyerupai Rasulullah SAW. Jin juga bisa masuk dan keluar dari tempat manapun yang tidak mungkin ditembus manusia, selain kecepatannya yang luar biasa. Dari sinilah dapat diketahui bahwa jin adalah makhluk gaib yang serba bisa.
Sebagai makhluk hidup yang berakal, bernyawa serta memiliki roh dan jasad, jin dapat mengerjakan segala sesuatu sesuai kehendaknya. Mereka melakukan perkawinan, memiliki keturunan dan terus berkembang biak hingga hari kiamat tiba. Artinya, setiap jin mempunyai jenis kelamin, yakni lelaki atau perempuan. Mereka memiliki bapak, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, saudara, teman-teman yang disenangi, dan pengikut atau bala tentara yang selalu menyertainya. Mayoritas usia jin memang lebih panjang dari manusia. Tetapi jin tidak bisa hidup selamanya. Suatu saat mereka pasti mati dan binasa, tentunya atas kekuasaan Allah SWT.
Dimana Tempat Tinggal Jin?
Seluruh golongan jin menghuni setiap sudut bumi ini. Mereka menempati laut, termasuk di dasar laut. Mereka mendiami hutan. Mereka tinggal di bukit. Mereka bersembunyi di gua. Mereka menyebar di hotel, museum dan tempat lainnya. Mereka mendirikan kerajaan di wilayah yang tidak diinjak manusia. Bahkan, jin telah mendiami bumi sebelum adanya manusia. Maksudnya, sebelum Allah SWT menciptakan Nabi Adam alaihis salam sebagai manusia pertama, Allah SWT terlebih dahulu sudah menciptakan jin. Jumlahnya banyak dan tipenya bermacam-macam.
Selain itu, jin juga bisa tinggal bersama manusia. Misalnya di dalam rumah atau tidur di ranjang bersama manusia. Itu bisa saja terjadi jika manusia tidak berdoa sebelum tidur. Namun, tempat yang paling disenangi dan sering dikunjungi kelompok jin jahat adalah saluran air, kamar mandi dan WC, tempat dimana manusia membuka aurat. Oleh karena itu, agar aurat kita terhalang dari pandangan jin, maka ketika masuk ke dalam WC hendaknya kita berdoa kepada Allah SWT. Sebalinya, jin yang baik dan shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik.
Benarkah Jin Makan dan Minum?
Menurut keterangan dari Rasulullah SAW, makanan utama bangsa jin adalah semua jenis tulang dan kotoran hewan. Setiap ada tulang yang tergeletak dimanapun, jin segera mengambil, kemudian memakannya sampai habis. Demikian pula bila ada kotoran yang tidak segera dibuang atau dibersihkan. Maka, jin dan bala tentaranya akan melahapnya hingga tak tersisa. Selain tulang dan kotoran, jin sering ikut makan dan minum bersama orang-orang yang lupa berdoa ketika makan maupun minum.
Apakah Tujuan Jin Diciptakan?
Allah SWT menciptakan jin dan manusia tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Tentunya cara ibadah jin berbeda dengan cara ibadah manusia. Cara beramal jin berlainan dengan cara beramal manusia. Shalatnya jin tidak sama dengan shalatnya manusia. Puasanya jin berlainan dengan puasanya manusia. Sedekahnya jin tidak serupa dengan sedekahnya manusia. Masjidnya jin berbeda dengan masjidnya manusia. Semua perbedaan ini disebabkan lantaran jin dan manusia memiliki alam dan dunia yang berbeda. Namun, mayoritas jin bodoh dan prinsipnya mudah goyah.
Tidak semua jin patuh dan tunduk kepada perintah Allah. Hal ini sama dengan sifat dan perilaku manusia, yakni ada yang baik dan buruk. Dari golongan jin pun ada yang membangkang kepada Allah SWT. Mereka melanggar peraturan Allah SWT. Mereka tidak mau beribadah dan lebih senang mengikuti hawa nafsunya. Mereka gemar melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Misalnya, mereka membuat permusuhan dan kekacauan di dalam dunia jin. Mereka tidak pula mengakui Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang berhak dan wajib disembah.
Allah SWT sudah memperingatkan kepada golongan jin, apabila mereka mau beribadah dan patuh pada aturan Allah SWT, maka mereka akan mendapatkan pahala dan dimasukkan ke dalam surga bersama manusia. Jin yang baik biasanya membisiki dan mengajak manusia kepada ibadah dan berbuat baik. Mereka juga mendorong agar manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebaliknya, kelompok jin yang senang merusak dan berani melawan Allah SWT, maka diberikan hukuman berat dan dikirim ke dasar neraka. Mereka akan merasakan dahsyatnya api neraka bersama manusia yang suka berbuat dosa dan maksiat.
Perbedaan Jin, Setan dan Iblis
Perlu diketahui, sesungguhnya ada perbedaan mendasar antara jin, setan dan iblis. Jin adalah makhluk Allah SWT yang tersembunyi dan halus. Jin terbagi menjadi dua kelompok, yakni jin beriman (jin muslim) dan jin pembangkang (jin kafir). Adapun setan ialah setiap makhluk Allah SWT yang durhaka dan membangkang yang terdiri dari golongan jin, manusia atau hewan. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya dari ketentuan Allah SWT. Sedangkan iblis adalah gembongnya setan, yang berasal dari golongan jin. Akhir kata, setiap orang Islam wajib meyakini keberadaan jin sebagai makhluk Allah SWT.

Read Users' Comments (1)komentar

SYIRIK / KEMUSYRIKAN

SYIRIK

Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar (tiga kali) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah“ (muttafaq ‘alaih, Al Bukhari hadits nomer : 2511)

Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya (An Nisa : 48)

Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan, jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.

Di antara kenyataan syirik yang umum terjadi di sebagian besar negara-negara Islam adalah:

Menyembah Kuburan

Yakni kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia bisa memenuhi hajat, serta bisa membebaskan manusia dari berbagai kesulitan. Karena kepercayaan ini. mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia, padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (Al Isra’ :23)

Termasuk dalam kategori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal, baik para nabi, orang-orang shaleh, atau lainnya untuk mendapatkan syafaat atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup. Padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? (An Naml : 62)

Sebagian mereka, bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu, baik dalam keadaan berdiri, duduk, ketika melakukan sesuatu kesalahan, dalam setiap situasi sulit, ketika di timpa petaka, musibah atau kesukaran hidup.

Di antaranya ada yang menyeru : “ ahai Muhammad.” Ada lagi yang menyebut :“Wahai Ali”. Yang lain lagi menyebut : “Wahai Jailani”. Kemudian ada yang menyebut : “Wahai Syadzali”. Dan yang lain menyebut : “Wahai Rifai. Yang lain lagi : “Al Idrus sayyidah Zainab, ada pula yang menyeru : “Ibnu ‘Ulwan dan masih banyak lagi. Padahal Allah telah menegaskan:

“Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu” (Al A’raaf : 194)

Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (mengelilingi) kuburan tersebut, mencium setiap sudutnya, lalu mengusapkannya ke bagian-bagian tubuhnya. Mereka juga menciumi pintu kuburan tersebut dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu kuburan. Sebagian bahkan ada yang sujud ketika melihatnya, berdiri di depannya dengan penuh khusyu’, merendahkan dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat mereka. Ada yang meminta sembuh dari sakit, mendapatkan keturunan, digampangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru : Ya sayyidi aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku. Padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (do’anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka”. (Al Ahqaaf : 5)

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk neraka (HR Bukhari, fathul bari : 8/176)

Sebagian mereka, mencukur rambutnya di pekuburan, sebagian lagi membawa buku yang berjudul : Manasikul hajjil masyahid (tata cara ibadah haji di kuburan keramat). Yang mereka maksudkan dengan masyahid adalah kuburan kuburan para wali. Sebagian mereka mempercayai bahwa para wali itu mempunyai kewenangan mengatur alam semesta, dan mereka bisa memberi madharat dan manfaat. Padahal Allah Tabaroka wata’ala berfirman :

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemadharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya” (Yunus : 107)

Bernadzar Untuk Selain Allah

Termasuk syirik adalah bernadzar untuk selain Allah seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang bernadzar memberi lilin dan lampu untuk para ahli kubur.

Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah

Termasuk syirik besar adalah menyembelih binatang untuk selain Allah.padahal Allah Tabaroka wata’ala berfirman :

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” ( Al Kutsar : 2)

Maksudnya berkurbanlah hanya untuk Allah dan atas namaNya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR Muslim, shahih Muslim No : 1978)

Pada binatang sembelihan itu terdapat dua hal yang diharamkan.

Pertama : penyembelihannya untuk selain Allah, dan kedua : penyembelihannya dengan atas nama selain Allah. Keduanya menjadikan daging binatang sembelihan itu tidak boleh dimakan. Dan termasuk penyembelihan jahiliyah -yang terkenal di zaman kita saat ini- adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin [lihat Taisirul Azizil Hamid, hal : 158]

Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Oleh Allah Atau Sebaliknya

Di antara contoh syirik besar -dan hal ini umum dilakukan– adalah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau sebaliknya. Atau kepercayaan bahwa seseorang memiliki hak dalam masalah tersebut selain Allah Subhanahuwa ta’ala. Atau berhukum kepada perundang-undangan jahiliyah secara sukarela dan atas kemauannya. Seraya menghalalkannya dan kepercayaan bahwa hal itu dibolehkan . Allah menyebutkan kufur besar ini dalam firmanNya :

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”. (At Taubah : 31)

Ketika Adi bin hatim mendengar ayat tersebut yang sedang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ia berkata : “ orang-orang itu tidak menyembah mereka. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dengan tegas bersabda : “Benar, tetapi meraka (orang-orang alim dan para rahib itu) menghalalkan untuk mereka apa yang diharamkan oleh Allah, sehingga mereka menganggapnya halal. Dan mengharamkan atas mereka apa yang dihalalkan oleh Allah, sehingga mereka menganggapnya sebagai barang haram, itulah bentuk ibadah mereka kepada orang-orang alim dan rahib [Hadits riwayat Al Baihaqi, As sunanul Kubra : 10/ 116, Sunan At Turmudzi no : 3095, Al Albani menggolongkannya dalam hadits hasan. lihat ghayatul muram: 19].

Allah menjelaskan, di antara sifat orang-orang musyrik adalah sebagaimana dalam firmanNya :

“Dan meraka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah)”. (At Taubah : 29).

“Katakanlah : Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. Katakanlah : Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan kedustaan atas Allah? (Yunus : 59).

--------------------------

Sihir, Perdukunan dan Ramalan

Temasuk syirik yang banyak terjadi adalah sihir, perdukunan dan ramalan. Adapun sihir, ia termasuk perbuatan kufur dan di antara tujuh dosa besar yang menyebabkan kebinasaan. Sihir hanya mendatangkan bahaya dan sama sekali tidak bermanfaat bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi madharat kepadanya dan tidak memberi manfaat (Al Baqarah : 102).

“Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” (Thaha : 69)

Orang yang mengajarkan sihir adalah kafir. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir) hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu kepada seseorangpun) sebelum mengatakan, “sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. (Al Baqarah : 102).

Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh, pekerjaannya haram dan jahat. Orang-orang bodoh, sesat dan lemah iman pergi kepada para tukang sihir untuk berbuat jahat kepada orang lain atau untuk membalas dendam kepada mereka. Di antara manusia ada yang melakukan perbuatan haram, dengan mendatangi tukang sihir dan memohon pertolongan padanya agar terbebas dari pengaruh sihir yang menimpanya. Padahal seharusnya ia mengadu dan kembali kepada Allah, memohon kesembuhan dengan KalamNya, seperti dengan Mu’awwidzat (surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas) dan sebagainya.

Dukun dan tukang ramal itu memanfaatkan kelengahan orang-orang awam (yang minta pertolongan padanya) untuk mengeruk uang mereka sebanyak-banyaknya. Mereka menggunakan banyak sarana untuk perbuatannya tersebut. Di antaranya dengan membuat garis di pasir, memukul rumah siput, membaca (garis) telapak tangan,cangkir, bola kaca, cermin, dsb.

Jika sekali waktu mereka benar, maka sembilan puluh sembilan kalinya hanyalah dusta belaka. Tetapi tetap saja orang-orang dungu tidak mengingat, kecuali waktu yang sekali itu saja. Maka mereka pergi kepada para dukun dan tukang ramal untuk mengetahui nasib mereka di masa depan, apakah akan bahagia, atau sengsara, baik dalam soal pernikahan, perdagangan, mencari barang-barang yang hilang atau yang semisalnya.

Hukum orang yang mendatangi tukang ramal atau dukun, jika mempercayai terhadap apa yang dikatakannya adalah kafir, keluar dari agama Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR Ahmad: 2/ 429, dalam shahih jami’ hadits, no : 5939)

Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin tahu, coba-coba atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” (Shahih Muslim : 4 / 1751).

Ini masih pula harus dibarengi dengan tetap mendirikan shalat (wajib) dan bertaubat atasnya.

Kepercayaan adanya pengaruh bintang dan planet terhadap berbagai kejadian dan kehidupan manusia.

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat bersama kami, shalat subuh di Hudaibiyah – Di mana masih ada bekas hujan yang turun di malam harinya- setelah beranjak beliau menghadap para sahabatnya seraya berkata:

“Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan oleh Robb kalian? Mereka menjawab : “ Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”. Allah berfirman : Pagi ini di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata: kami diberi hujan denagn karunia Allah dan rahmatNya maka dia beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata: (hujan ini turun) karena bintang ini dan bintang itu maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman kepada bintang” (HR Al Bukhari, lihat Fathul Baari : 2/ 333).

Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.

Termasuk syirik, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata’ala. Seperti kepercayaan sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan turun menurun.

Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-anak mereka untuk menolak ‘ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala’ atau untuk menghilangkannya.

Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan (perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan.

Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur’an dan mencampur-adukkannya dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik [HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 492].

Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, dan ini masuk dalam kategori syirkul asbab.

Read Users' Comments (0)

KISAH raja iblis MENGADAP BAGINDA JUNJUNGAN BESAR NABI MUHAMMAD RASULULLAH S.A.W.

KISAH raja iblis MENGADAP BAGINDA JUNJUNGAN BESAR NABI MUHAMMAD RASULULLAH S.A.W.

Allah SWT telah menitahkan Malaikat untuk berjumpa raja iblis dan menyuruh
raja iblis mengadap kehadhirat Baginda Junjungan Besar Nabi Muhammad
Rasulullah S.A.W. bagi membuka segala jenis rahsia kegemaran dan kebencian
raja iblis. Peristiwa ini juga membayangkan ketinggian darjat Baginda
Rasulullah S.A.W. serta menjadi perisai dan peringatan kepada sekelian umat
Baginda. Malaikat menyatakan Titah Allah SWT kepada raja iblis :
Hai iblis!! Bahawa Allah SWT Yang Maha Mulia lagi Maha Besar telah menitahkan engkau supaya
mengadap kehadhirat Rasulullah S.A.W. dan hendaklah engkau membuka segala rahsiamu dan
apa-apa yang disoal oleh Nabi Muhammad S.A.W. hendaklah engkau menjawab dengan benar
dan sekiranya engkau berdusta walau satu perkataan sekalipun nescaya diputuskan segala
anggotamu dan uratmu serta engkau akan disiksa dengan azab yang amat keras
Mendengar sahaja perkataan Malaikat berkenaan, iblis terasa dahsyat dan amat gerun sekali.
Dengan segera iblis datang mengadap Baginda Rasulullah S.A.W. dengan menyamar menjadi
seorang tua yang buta sebelah matanya serta berjanggut putih sebanyak 10 helai yang
panjangnya seperti ekor lembu. iblis memberikan salam dengan penuh hormat dan takzim
sebanyak 3 kali yang tiada dijawab oleh Baginda Rasulullah S.A.W.. iblis pun bertanya :-
Yaa Rasulullah, mengapakah Tuan Hamba tidak menjawab akan salam hamba kerana bukankah
salam itu sangat mulia di sisi Allah SWT?
Maka sabda Baginda S.A.W. :-
Hai aduwullah musuh Tuhan! Kepada akukah engkau menunjukkan helahmu? Patutkah engkau
dengan urusanmu itu hendak menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Allah Adam A.S.
sehingga terkeluar dari syurga dan Habil mati teraniaya dibunuh oleh Qabil dengan sebab
hasutan engkau serta Nabi Allah Ayub A.S. engkau tipu asap racun semasa baginda sujud di
dalam solatnya hingga begitu lama baginda menanggung sengsara oleh perbuatan engkau. Dan
Nabi Allah Daud A.S. dengan perempuan pahlawan Urya serta Nabi Allah Sulaiman A.S.
meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya untuk melarikan cincin
baginda; demikian juga beberapa Anbiya A.S.W.S serta para ulama yang telah menanggung
kesengsaraan dan penganiayaan oleh perbuatan mu yang khianat. Hai iblis! Sebenarnya salam
itu sangat mulia pada Tuhan Azza Wajalla. Hanya salam engkau sahaja aku tidak ingin
menjawabnya kerana telah diharamkan oleh Tuhan dan engkau ini terlaknat serta telah
ditentukan kepada engkau kedalam neraka yang amat keras bagi menyiksa dirimu. Maka aku
kenal sangat bahawa engkaulah iblis yang menjadi raja segala syaitan telah datang dalam
bentuk penyamaran. Apakah tujuan engkau datang mengadapku ini?
Maka sembah iblis :
Ya Nabi Allah, janganlah Tuan Hamba murka. Demi sesungguhnya, Tuan Hambalah Nabi yang
terakhir lagi mulia dan kekasih Allah S.W.T. maka dapatlah Tuan Hamba mengenali hamba. Ya
Nabi Allah, tujuan kedatangan hamba ke mari ialah dengan keizinan Tuhan Azza Wajalla. Allah
SWT telah mengutuskan malaikatNya dengan Titah supaya hamba datang mengadap ke hadhirat
Tuan Hamba. Ini supaya Tuan Hamba dapat bertanyakan apa juga persoalan mengenai keadaan
umat Tuan Hamba. Hamba sedia menkhabarkan secara terus-terang mengenai tipu daya hamba
di atas sekelian manusia bermula daripada zaman Nabi Allah Adam A.S. sehinggalah kepada
zaman yang akan datang selepas zaman Tuan Hamba. Mereka yang hamba goda kepada
beberapa banyak simpang dan jalan yang sesat supaya mereka binasa dengan tipu daya hamba
yang amat halus.
Ya Nabi Allah, setiap pertanyaan Tuan Hamba akan hamba jawab satu persatu dengan sebenarbenarnya
tanpa sembunyi.
Maka raja iblis pun bersumpah dengan nama Tuhan dan berkata :
Ya Nabi Allah, sekiranya hamba berdusta barang sepatah kata sekalipun, nescaya hancurleburlah
diri hamba terbakar menjadi abu
Mendengarkan pengakuan Raja iblis dan sumpahnya, maka Rasulullah S.A.W. berasa sukacita
dan merasakan inilah peluang keemasan untuk baginda menyiasat segala perbuatan raja iblis
dengan disaksikan oleh sekelian sahabat yang hadir di majlis berkenaan. Ianya juga akan
menjadi senjata atau perisai kepada sekelian umat hingga kemudian hari.
DIALOG
RASULULLAH S.A.W : Wahai iblis! Siapakah yang sebesar-besar seteru engkau dan apakah
pandanganmu terhadap aku ini?
raja iblis : Ya Nabi Allah, Tuan Hambalah musuh hamba yang paling besar daripada segala
seteru hamba di muka bumi ini.
Maka Rasulullah S.A.W. merenung wajah raja iblis menyebabkan iblis menggeletar segenap
tubuh badan serta anggotanya disebabkan terlalu gerun akan kebesaran Baginda.
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba mampu menyamar sebagai sesiapa juga termasuk haiwan
bersekali dengan suara-suara yang tepat. Hamba ditegah Tuhan Azza Wajalla untuk menyamar
sebagai Tuan Hamba kerana jika hamba melakukan yang demikian, nescaya terbakarlah hamba
menjadi abu .
raja iblis : Hamba bersungguh-sungguh merentap iktikad anak Adam supaya mereka menjadi
kafir ialah kerana Tuan Hamba bersungguh-sungguh menasihatkan mereka dengan memberikan
pedoman kepada seluruh manusia supaya berpegang teguh kepada Islam. Begitulah juga
kesungguhan hamba menarik mereka kepada kafir, murtad dan munafik. Hamba tarik sekelian
umat Islam supaya meninggalkan jalan yang lurus dan beralih kepada jalan yang sesat. Hamba
berharap mereka akan mauk ke neraka bersama-sama dengan hamba serta kekal di dalamnya
buat selama-lamanya
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Bagaimanakah perbuatanmu kepada makhluk Allah SWT?
raja iblis : Ya Nabi Allah, hamba goda perempuan-perempuan supaya merenggangkan kedua
pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya dan sesetengahnya hingga menghasilkan benih
yang bersalah-salahan sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan solat dan
leka dengan makan-minum dan berbuat kemungkaran. Sesetengahnya hamba lalaikan dengan
harta-bendanya daripada emas, perak, rumah dan ladang dan hasilnya dibelanjakan ke atas
segala pekerjaan yang haram. Telah banyak kaum lelaki dan perempuan terpesong imannya
menerusi tentera jin, iblis dan syaitan yang hamba perintahkan supaya menarik mereka ke
jalan kemungkaran. Kalau terdapat sesuatu pesta yang melibatkan pergaulan bebas lelaki dan
perempuan, maka hamba akan menggoda bersungguh-sungguh supaya mereka kehilangan
maruah, meminum arak dan mempengaruhi rakannya dengan cara paksaan supaya meminum
arak sehingga hilang akal dan hilang rasa malu mereka. Lalu hamba hulurkan tali percintaan
yang asyik sehingga terbuka beberapa pintu maksiat yang besar supaya mereka berhasad-dengki
sehingga melakukan perzinaan. Apabila lelaki dan perempuan berkasih-kasihan, maka
terpaksalah mereka mencari wang menerusi tipu daya serta mencuri. Sekiranya mereka
menyedari kesalahan masing-masing dan ingin bertaubat atau beramal-ibadat, hamba akan
halang mereka sehingga mereka bertangguh dan bertempoh dalam berbuat kebajikan. Hamba
juga akan menggoda dengan lebih kuat supaya melazimkan maksiat dan menyukai isteri orang.
Maka telah ramai umat Tuan Hamba telah hamba sesatkan dengan jalan ini dengan bantuan jin,
syaitan dan iblis di mana hamba menyuruh mereka menghasut seluruh anggota manusia hingga
ke dalam tubuh badannya. Apabila mereka digoda pada hati, maka mereka akan sentiasa riak
dan takabbur, ujub serta melengah-lengahkan amalnya dan berlaku sombong. Apabila mereka
digoda pada lidah, maka sentiasalah mereka gemar berdusta, mencela dan mengumpat satu
sama lain. Demikianlah hamba menghasut mereka semasa siang, malam, pagi dan petang.
RASULULLAH S.A.W: Hai iblis! Mengapakah engkau suka bersusah-payah dan berpenatpenatan
untuk melakukan pekerjaan yang tidak memberikan sebarang faedah kepada dirimu
bahkan menambahkan lagi laknat ke atas dirimu serta engkau akan ditimpakan sebesar-besar
siksaan di dalam neraka yang paling bawah sekali?
RASULULLAH S.A.W: Hai laknatuLlah! Siapakah yang menghidupkan engkau? Siapakah yang
menjadikan engkau? Siapakah yang melanjutkan usia engkau? Siapakah yang menerangkan mata
engkau? Siapakah yang memberikan pendengaran telinga engkau? Siapakah yang memberikan
kekuatan kepada anggota engkau?
raja iblis : Adalah sekeliannya itu adalah anugerah daripada Allah SWT yang Maha Besar.
Tetapi hawa nafsu dan takabur serta khianat telah menyebabkan hamba melakukan sebesarbesar
kejahatan. Tuan Hamba juga sedia maklum bahawa hamba pernah menjadi ketua segala
malaikat sehingga ribuan tahun dan bersujud kepada Allah SWT semenjak di dunia ini lagi dan
hamba telah dinaikkan darjat menerusi satu langit ke satu langit dengan aman. Hamba pun
mendiami tempat hamba dengan beribadat bersama-sama malaikat serta berkhidmat kepada
Tuhan Azza Wajalla dalam tempoh yang begitu lama.
Tiba-tiba datang Firman Allah SWT kepada hamba sekeliannya mengenai
dijadikanNya seorang khalifah di dalam dunia ini. Maka hamba membantah kerana
tidak suka berkhalifah. Lantas Tuhan Azza Wajalla menjadikan seorang lelaki dan
dititahkan hamba dan sekelian Malaikat memberikan penghormatan kepada Adam
kecuali hamba seorang enggan bersujud dan hamba telah mengingkari hukumNya.
Maka hamba dimurkai Tuhan Azza Wajalla serta dilaknatiNya hamba sehingga Hari
Qiamat. Wajah hamba yang selama ini bercahaya dan cantik telah dihapuskan oleh
wajah yang hodoh dan keji. Hamba sakit hati dan begitu berdendam kepada Adam.
Kemudian Adam diangkat oleh Tuhan Azza Wajalla menjadi raja di dalam syurga serta
dikurniakan seorang isteri untuk dijadikan permaisuri yang memerintah segala
bidadari. Sentiasalah mereka dalam kesukaan dan kesenangan. Hasad-dengki hamba
menjadi-jadi kepada kedua mereka dan merancang untuk mengkhianati mereka.
Akhirnya hamba telah menipu Siti Hawa supaya meminta Adam memakan buah
khuldi larangan Tuhan Azza Wajalla. Maka kerana perempuan itulah, Adam termakan
buah larangan berkenaan sehingga mereka dihalau dari syurga dan diturunkan ke
dunia secara terpisah kedua suami-isteri beberapa lama sehinggalah dipertemukan
kembali oleh Tuhan Azza Wajalla dengan selamatnya sehingga mereka mendapat
beberapa orang anak lelaki dan perempuan. Kemudian kami hasut pula anak
lelakinya yang bernama Qabil supaya membunuh abangnya Habil sehingga mati.
Itupun hamba masih tidak berpuas hati sehingga hamba dapat melakukan pelbagai
tipu-daya ke atas sekelian anak-cucunya hinggalah ke Hari Qiamat. Tetapi Tuan
Hamba telah menghalang pekerjaan hamba dengan menarik mereka supaya
memeluk Islam. Ada pun sebelum Tuan Hamba diputerakan ke dalam dunia ini, hamba
bersama-sama bala tentera hamba mampu naik ke langit dengan mudahnya mencuri rahsia dan
tulisan-tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat dan mendapat pahala serta syurga.
Demikian juga bagi mereka yang beribadat malam akan mendapat setinggi-tinggi pahala.
Apabila hamba turun ke dunia, maka hamba khabarkan kepada mereka itu dengan jalan yang
sesat melalui pelbagai tipu daya sehingga mereka berpegang kepada kitab-kitab bidaah dan
karut. Tetapi apabila Tuan Hamba zahir ke alam dunia ini, maka hamba tidak dizinkan Allah
SWT untuk naik ke langit dan hamba tiadalah lagi mendapat apa-apa rahsia umat Tuan Hamba.
Ramai malaikat yang menjaga di pintu tiap-tiap lapisan langit dan jika hamba berdegil untuk
naik ke langit, nescaya malaikat akan melontar anak panah api yang bernyala-nyala. Telah
ramai bala tentera hamba daripada golongan jin, iblis dan syaitan terkena lontaran malaikat
sehingga badan mereka terbakar menjadi abu. Hamba dan bala tentera hamba amat susah hati
dalam usaha menjalankan hasutan ditambah pula Tuan Hamba dapat menzahirkan mukjizatmukjizat
yang amat hebat di hadapan sekelian raja-raja dan di khalayak ramai.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah tipu helah terawal engkau ke atas manusia?"
raja iblis : Pertama, hamba palingkan iman mereka sehingga terpesong iktikad mereka
kepada kekafiran samada pada perkataan, perbuatan, kelakuan dan hati mereka. Namun jika
mereka gagal hamba pesongkan, hamba akan berusaha menarik mereka kepada jalan yang
mengurangkan pahala supaya lama-kelamaan, mereka akan terjerumus juga mengikut
kemahuan hamba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku mendirikan solat, bagaimanakah keadaan
engkau?"
raja iblis : "Itulah sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah seluruh badan
hamba dan lemahlah tulang sendi hamba, maka pada waktu itu, hamba menyuruh puluhan
syaitan iblis menggoda setiap orang yang hendak bersolat menerusi anggotanya supaya malas
bersolat dan hatinya supaya was-was dalam solatnya serta terlupa bilangan rakaatnya. Mereka
juga akan bimbangkan pekerjaan dunia dan hatinya hendak cepat-cepat menamatkan solatnya.
Sesetengah iblis masuk ke dalam mata orang yang hendak bersolat supaya ia tidak kusyuk
dalam solatnya sehingga mereka berpaling atau menjeling ke kanan dan kiri semasa solat.
(Maka) tidaklah tetap hatinya serta hilanglah kusyuknya. Sesetengah iblis memasuki telinga
orang yang bersolat supaya memasang telinga mendengar perbualan orang, bunyi-bunyian dan
sebagainya - yang sia-sia belaka. Sesetengah iblis duduk pada belakangnya supaya orang yang
bersolat itu tidak berupaya lama-lama semasa bersujud atau bertahiyyat. Di dalam hatinya
sering bekehendakkan agar solatnya segera tamat dan ini tentunya akan mengurangkan pahala
solat. Jika sekelian iblis berkenaan gagal menggoda seperti yang demikian, nescaya mereka
akan hamba hukum seberat-beratnya.
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca Al-Qur an kerana Allah, apakah yang engkau
rasa?"
raja iblis : "Jika mereka membaca Al-Qur an kerana Allah, maka terbakarlah tubuh hamba
serta putus-putus segala urat hamba, maka larilah hamba dari mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, apakah yang
engkau rasa?"
raja iblis : "Telah binasalah diri hamba dan gugurlah tulang hamba kerana mereka telah
menyempurnakan rukunnya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berpuasa kerana Allah, apakah yang engkau
rasa?"
raja iblis : "Ya Nabi Allah, inilah suatu bencana yang besar bahayanya terhadap hamba kerana
apabila masuk malam awal Ramadan, maka memancarlah nur Arasy dan Kursiy serta segala
Malaikat menyambut dengan gembiranya. Bagi orang-orang yang berpuasa mendapat sebesarbesar
anugerah Allah SWT yang Maha Pengampun segala dosa yang telah lalu serta digantikan
pula dengan pahala yang amat besar serta tiada ditulis segala kesalahannya selama ia
berpuasa. Tambahan pula yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit, bulan dan
bintang serta Malaikat sehinggalah burung-burung dan ikan-ikan laut dan air tawar juga tiaptiap
yang bernyawa di atas muka bumi mendoakan siang dan malam memohon ampun bagi
orang-orang yang berpuasa. Satu lagi setinggi-tinggi kemuliaan orang yang berpuasa ialah Tuhan
menjadikan 1000 kemerdekaan dari azab neraka pada setiap hari dalam Bulan Ramadan, segala
pintu neraka ditutup, segala pintu syurga dibuka, angin/bayu syirah yang amat lembut
berhembusan ke dalam syurga. Maka pada hari mulanya umat Tuan Hamba berpuasa, datanglah
segala bala tentera Malaikat yang garang tanpa mengira lawannya menangkap hamba dengan
perintah Tuhan serta ditangkapnya segala bala tentera hamba iaitu jin, syaitan dan ifrit serta
dipasung kaki tangannya dengan besi panas - dan dirantainya hamba sekeliannya serta
dibenamkan ke dalam bumi yang amat dalam dan ditambah pula dengan beberapa azab
sengsara sehingga selesai ibadat puasa umat Tuan Hamba, baharulah hamba dilepaskan supaya
hamba tidak boleh mengganggu mereka. Dan umat Tuan Hamba sendiri telah merasa
kesenangan dalam menjalani ibadat puasa sebagaimana mereka bekerja untuk bersahur di
waktu tengah malam seorang diri sekalipun tanpa sedikit perlu merasa takut seperti malammalam
yang lain
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Bagaimanakah halnya para sahabatku kepada engkau?
raja iblis : "Ya Nabi Allah, Adalah sekelian para sahabat Tuan Hamba adalah sebesarbesar
seteru kepada hamba, kerana tiada upaya hamba melawan mereka dan tidak
ada satu pun tipudaya hamba dapat memasuki mereka, kerana Tuan Hamba pernah
berkata Sekelian para Sahabatku adalah umpama bintang di langit, jika kamu
mengikuti mereka nescaya kamu akan mendapat petunjuk Ya Nabi Allah, sekelian
para sahabat Tuan Hamba sangat taat mengerjakan perintah Tuan Hamba lagi setia
serta bersungguh-sungguh menyiar dan menghebahkan syariat Tuan Hamba kepada
sekelian manusia menerusi Al-Qur an dan Al-Hadis. Ada pun Sayyidina Abu Bakar As
Siddiq bin Abi Qahafah R.A. itu semasa sebelum beliau bersama Tuan Hamba pun,
hamba gagal menghampirinya apalagi sekarang beliau telah mendampingi Tuan
Hamba. Beliau amat kuat bersaksi di atas kebenaran Tuan Hamba sehingga beliau
telah menjadi wazirul a zam dan Tuan Hamba telah berkata bahawa kiranya
ditimbang kebajikan Abu Bakar dengan amal kebajikan sekelian isi dunia ini, nescaya
lebih beratlah kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula, beliau telah menjadi bapa
mertua Tuan Hamba dengan mengahwinkan puterinya Sayyidatina Aishah R.A yang
sangat hafiz Hadis-Hadis Tuan Hamba. Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Umar
Al-Khattab R.A., hamba tidak berani memandang wajahnya kerana beliau sangat
tegas dalam menjalankan hukum syariat Tuan Hamba. Jika hamba terpandang
wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana tersangat takut
kepadanya kerana imannya yang sangat kuat apalagi Tuan Hamba pernah bersabda,
Jikalaulah ada lagi Nabi selepas aku, nescaya Umar boleh menggantikannya kerana
harapan besar Tuan Hamba ke atasnya. Beliau juga mampu membezakan iman dan
kafir sehingga beliau mendapat gelaran Umar Al-Faruk . Ada pun sahabat Tuan
Hamba, Sayyidina Osman Al-Affan itu lebih-lebih lagi tidak dapat hamba hampiri
kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Qur an, siang, malam, pagi dan
petang. Dialah penghulu segala orang yang sabar dan penghulu segala syuhada dan
menjadi menantu Tuan Hamba sebanyak 2 kali. Kerana ketaatannya, beliau
dikunjungi oleh para Malaikat dengan penuh hormat kerana sangat malunya Malaikat
kepada beliau. Tuan Hamba telah berkata, Barangsiapa menulis
BismillaahirRahmaanirRahiim pada kitab-kitab atau kertas-kertas dengan dakwat
merah, nescaya mendapat pahala baginya seperti pahala syahid Sayyidina Osman.
Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Ali bin Abi Talib R.A., hamba sangat takut
kepadanya kerana kehebatan kelakuannya serta kedahsyatan melihat
keperkasaannya di medan peperangan merempuh segala musuhnya. Maka apabila iblis,
syaitan dan jin memandang wajah Sayyidina Ali, nescaya terbakar kedua biji mata mereka
kerana beliau sangat kuat mengerjakan perintah Tuhan serta beliau adalah julung-julungnya
kanak-kanak yang memeluk Islam serta enggan menundukkan kepala kepada sebarang berhala,
sebab itulah beliau digelar Ali KarimahullahuWajhah dan Harimau Allah . Tuan Hamba pernah
bersabda, Akulah negeri segala ilmu dan Ali adalah pintunya . Tambahan pula, beliau telah
menjadi menantu tuan hamba, maka terlebihlah ngeri hamba kepadanya.
RASULULLAH S.A.W: "Bagaimanakah tipudaya engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Adalah umat Tuan Hamba ada tiga golongan (1) Seperti air hujan turun dari langit
yang menghidupkan segala tumbuhan lagi banyak manfaatnya dan pertolongan kepada lainnya
iaitu guru-guru yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah SWT
dan menjauhi segala tegahanNya dan kata (Malaikat) Jibril A.S., Adapun ulama itu pelita dunia
dan pelita akhirat (2) Umat Tuan Hamba itu seperti tanah iaitu orang (yang) sabar, bersyukur
dan redha akan kurnia Tuhan kepadanya serta beramal soleh dan bertawakkal kepada Allah dan
banyak berbuat kebajikan, dan (3) Umat Tuan Hamba itu keadannya seperti Fir aun yang
terlampau tamak dengan harta dunia (dan) dihilangkan amal (perbuatan) akhirat. Maka
(dengan) sukacitalah hamba kepada mereka (umat ke 3) lalu hamba masuk ke dalam tubuh
mereka, hamba putarkan hati mereka menuju ke lautan derhaka. Apabila telah kekal atas jalan
kejahatan, hamba tarik ke mana (sahaja) sesuka hati hamba, jadi sentiasalah mereka
bimbangkan dunia dan tidak suka menuntut ilmu, dijadikan dirinya tiada kelapangan untuk
beramal, tidak mengeluarkan zakat hartanya dan sesetengah (golongan) yang miskin (yang)
hendak beribadat, hamba goda mereka (supaya) meminta kekayaan terlebih dahulu, maka
apabila disampaikan Tuhan akan hajatnya untuk mendapatkan kesenangan, maka (hamba)
lupakan mereka dari beramal, tidak mahu mengeluarkan zakat harta mereka ibarat Qarun
dengan mahligainya dan diri mereka serta harta benda mreka habis terbenam ke dalam bumi
kerana mereka tidak mahu membelanjakan (harta mereka) pada jalan-jalan kebajikan dan jika
terkena kesakitan, mereka tidak sabar, mereka sentiasa bimbangkan harta mereka dan
sesetengah dari mereka yang kaya asyik dengan perebutan dunia, bercakap besar kepada
sesama Islam dan benci dan menghina golongan miskin. Mereka gemar mengeluarkan harta
mereka kepada jalan-jalan maksiat dan menaburkan harta mereka kepada perempuanperempuan
jahat dan tempat-tempat judi dan (majlis) tarian.
RASULULLAH S.A.W: "Siapa pula yang sama (tarafnya) seperti engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang meringankan syari at Tuan Hamba dan membenci orang-orang
yang mempelajari Islam.
RASULULLAH S.A.W: "Siapakah pula yang memberikan cahaya pada muka engkau?
raja iblis : "Orang-orang yang berdosa dan bersumpah bohong dan (menjadi) saksi pembohong
serta memungkiri janji.
RASULULLAH S.A.W: "Apa pula rahsia engkau terhadap umatku?
raja iblis : "Jika seorang muslim ingin membuang air besar (ke tandas), jika tidak membaca
doa kepada Allah SWT untuk mohon perlindungan daripada syaitan, nescaya hamba lumurkan
najis itu ke tubuhnya tanpa disedari.
(Inilah doanya sebelum sampai ke tandas - Bismillahi AllaHomma Innii a uu dzubikaminal
khubusi wal khobaa is jika masuk ke tandas, dahulukanlah kaki kiri dan jika keluar dari tandas
dahulukan pula kaki kanan dan apabila jauh empat-lima langkah daripada tandas, dibaca di
dalam hati GhufraanakalhamdulillaaHilladzii azHaba annil azaa wa aafinii dan apabila selesai
bersuci dibacakan doa AllaaHumma ToHHir Qalbii minnifaaqi wahaSSin farjii minal fawaa hi shi
)
Maka jika dibacakan doa-doa tersebut, larilah hamba daripadanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berjimak dengan isterinya, bagaimanakah
keadaan engkau?
raja iblis : "Jika seseorang hendak berjimak dengan isterinya, (dan) jika dia membaca : A uu
dzubillaaHiminassyaitaanirrajiim, AllaHumma jannibnaa minassyaitaani wajannibissyaitaan maa
razaqtanaa maka larilah hamba daripadanya. Maka jika dia tidak membacakan doa tersebut,
(maka) hambalah yang terlebih dahulu berjimak dengan isterinya dan jika menjadi anak (hasil
pergaulannya), maka anak itu menggemari pekerjaan maksiat serta malas berbuat (baik) atas
jalan kebajikan dengan sebab kelalaian ibubapanya. Demikian juga jika mereka makan atau
minum dengan tidak membaca BismillaahirRahmaaniRahiim maka, hambalah yang terlebih
dahulu makan dan minum sebelum mereka, maka walaupun mereka makan, tetapi mereka
tidak kenyang.
RASULULLAH S.A.W: "Dengan jalan manakah yang dapat menolak tipudayamu?
raja iblis : "Jika seseorang berbuat dosa, maka ia segera sedar dan bertaubat kepada Allah
SWT dan menangis serta menyesal di atas perbuatannya serta apabila dia marah, dengan segera
dia berwudhuk, nescaya padamlah kemarahannya. Barangsiapa yang membaca doa ini setiap
kali solat Jumaat sebanyak 5 kali, maka dosanya akan diampunkan Tuhan kerana dia telah
bertaubat. Inilah doanya : Ilaahii lasta lil firdausi ahlan, walaa aq waa a laa naaril jahiim,
fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghaafirudzzanbil aziim
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang benar-benar menjadi kegemaranmu?
raja iblis : "Apabila lelaki dan perempuan tidak mencukur atau mencabut atau menggunting
bulu di ari-arinya selama 40 hari, maka hamba akan tinggal mengecilkan diri seperti pepijat
bersarang di situ, begitu juga, (menjadi) tempat hamba bergantung dan berbuai pada bulu
ketiak orang yang tidak mencukurnya atau mencabutnya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah saudaramu?
raja iblis : "Orang yang tidur meniarap atau tidur (nyenyak) di waktu subuh, maka dia masih
tidur dan tidak segera solat subuh, maka hamba akan mengulitnya sehingga dia lena sehingga
terbit matahari dan begitu juga pada waktu zohor, asar dan maghrib, hamba (akan) beratkan
hatinya (sehingga) menjadi malas mengerjakan solat.
(Apabila hendak tidur, bacalah BismillaahirRahmaanirRahiim sebanyak 21 X)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Dengan jalan manakah yang boleh membinasakanmu?
raja iblis : "Orang yang banyak menyebut nama Allah dan banyak memberikan sedekah
dengan tidak diketahui orang, memperbanyakkan taubat, memperbanyakkan tadarrus Al-Qur an
serta solat di waktu malam.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah pula yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang banyak beriktikaf di masjid kerana Allah
(lafaz niat iktikaf Nawaitul I tikaaf fii Haa dzal masjidi sunnatan lilLaahiTa aala )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah lagi yang memecahkan penglihatan engkau?
raja iblis : "Orang yang taat kepada (kedua) ibubapanya serta membantu (menjaga) makan
dan minum serta pakaian mereka kerana Tuan Hamba telah bersabda Bermula syurga itu adalah
di bawah (tapak) kaki ibubapa
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa pula yang merantai engkau?
raja iblis : "Penjual (peniaga) yang betul timbangan (dan) sukatannya, ukuran dan
tukarannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku memberi salam antara satu dengan yang
lain, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Apabila dua orang (muslim) bertemu di tengah jalan, lantas memberikan salam
(Assalaamu alaikum waroh matulLaaHiwabaa rakaatuh) dan dijawab oleh saudaranya, maka
terasa seperti pecah dada hamba, maka hamba pun meratap kerana kedua-duanya telah
diampunkan- dia dan saudaranya - apabila berpisah keduanya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula sahabat karibmu?
raja iblis : "Orang yang minum arak atau tuak (samsu) atau (ketagih) candu atau ganja
(termasuk penyalahgunaan dadah) kerana kemerbahayaannya telah nyata menyebabkan
perpecahan, perkelahian dan perceraian
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula yang bersekutu dan sekedudukan dengan
engkau?
raja iblis : "Apabila bertemu lelaki dengan perempuan-perempuan muda, maka hamba duduk
pada leher perempuan-perempuan muda itu, hamba hiaskan wajahnya (perempuan) dengan
jelingan dan senyuman yang menarik hati serta apabila terpandang belakang (perempuan),
maka terpandanglah lehernya (perempuan) yang halus dengan pinggang dan punggungnya
melenggang yang membangkitkan nafsunya (lelaki) serta manakala terpandang hadapannya
(perempuan), hamba hiaskan dadanya (perempuan) supaya bergetaran serta hamba panah
tepat pada jantung hati keduanya (lelaki dan perempuan) atau salah satu daripadanya sehingga
tergerak syahwatnya. Orang yang tiada memelihara hatinya, nescaya tidak terpelihara farajnya
dan apabila tidak memelihara farajnya, maka tidak terpeliharalah imannya.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah kediamanmu?
raja iblis : "(hamba tinggal) Pada rumah berhala dan pada mana-mana batu, kayu, tembaga
dan sebagainya (bahan pujaan) Apabila mereka menyembah (berhala, batu, kayu, tembaga dan
sebagainya), maka hamba cenderungkan hati mereka supaya bertambah-tambah keyakinannya
terhadap pekerjaan mereka (menyembah berhala) yang syirik itu. Betapa ramainya umat Tuan
Hamba telah hamba pesongkan sehingga memasuki rumah berhala Majusi dan Hindu yang
menunjukkan betapa nipisnya iman mereka.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah tempat perhimpunanmu?
raja iblis : "Pada rumah wayang dan tempat majlis tarian dan seumpamanya seperti tempat
percampuran lelaki dan perempuan (secara bebas)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Aku lihat engkau mengintai-ngintai di dalam masjid,
apakah yang hendak engkau lakukan?
raja iblis : "Hamba hendak mengganggu orang yang sedang bersolat di situ.
RASULULLAH S.A.W: "Kenapa engkau tidak takutkan orang yang sedang bersolat dan
bermunajat dengan Tuhannya? Sebaliknya engkau takut pula dengan orang yang sedang tidur di
sebelahnya padahal orang (yang sedang tidur) itu (mungkin) dalam keadaan lalai
raja iblis : "Adapun orang yang sedang bersolat itu amat jahil sekali, (maka)
mudahlah untuk hamba merosakkan (melalaikan) solatnya, tetapi orang yang sedang
tidur itu (sebenarnya) alim. Maka apabila hamba menggoda dan cuba merosakkan
solatnya, hamba takut kalau-kalau orang alim itu bangun dari tidurnya lalu menegur serta
memperbetulkan solat si jahil itu
(Sabda Rasulullah S.A.W. Na umul aliimi khairun min ibaadatil jahiil yang bermaksud Tidur
orang yang alim lebih baik daripada ibadat orang yang jahil seperti 1000 orang beribadat
dengan tidak berilmu agama, sangat senanglah syaitan mengganggunya, teapi seorang pelajar
ilmu feqah itu, sangat susah bagi syaitan hendak menggodanya)
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah kata-kata pujian bagimu?
raja iblis : "Suara orang yang bernyanyi dan berpantun-seloka serta suara bunyi-bunyian
kecuali orang yang bernyanyi, berpantu, bernazam memuji Tuhan, bernasyid serta berselawat
di atas Nabi
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang sekaum denganmu?
raja iblis : "Orang yang menipu harta orang dan memakan harta anak yatim serta memakan
riba
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sebab apakah engkau gelapkan hati manusia?
raja iblis : "Mereka yang makan dan minum dengan (punca) mata pencarian yang haram
kerana mereka buta dalam mencari harta yang halal serta mereka banyak tidur sehingga
matahari tinggi dan meninggalkan solat subuh serta memenuhi perutnya dengan kenyang sekali
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menggembirakan hati engkau?
raja iblis : "Orang kaya yang bakhil dan orang yang tidak mengeluarkan zakat untuk hamba
Allah yang dhaif, malah zakatnya dihantar kepada orang lain padahal kaumnya miskin, kerana
orang yang bakhil itu seteru Allah SWT serta orang yang tidak mengeluarkan zakat itu akan
masuk ke dalam neraka yang paling bawah bersama-sama dengan hamba.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyuburkan badan engkau?
raja iblis : "Orang yang berhasad dengki dan orang yang tidak mempelajari hukum Islam serta
semua perempuan yang jahat dan perempuan yang merosakkan dirinya serta perempuan yang
menjual maruahnya
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika seorang ulama meninggal dunia, bagaimanakah
keadaanmu?
raja iblis : "Telah subur dan bertunaslah hasutan hamba dan pekerjaan hamba.
(Sabda Rasullullah S.A.W. - yang bermaksud Barangsiapa yang berdukacita di atas kematian
seorang ulama , maka dituliskan Allah SWT pahala baginya seribu ulama dan seribu syuhada ,
Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud Akan datang atas umatku yang melarikan diri dari
ulama atau mereka yang membenci golongan yang mengajar agama, maka diberikan Allah SWT
3 jenis bala ke atas mereka (yang membenci atau melarikan diri dari ulama dan seumpamanya)
(1) Dihilangkan keberkatan dalam pencariannya (rezki), (2) Didatangkan Allah SWT ke atas
mereka seorang ketua yang zalim atau raja yang zalim, dan (3) dikeluarkan (dimatikan) mereka
daripada dunia dengan tidak beriman Na uu dzubillaaHimin dzaalik kita berlindung dengan
nama Allah SWT )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat jemaah, bagaimanakah keadaanmu?
raja iblis : "Sesungguhnya segala simpulan (tali pengikat) tipudaya hamba telah mereka
leraikan
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa solat 5 waktu, maka dia akan
mendapat 5 perkara (1) Tidak akan terkena pada dirinya kefakiran (kemiskinan), (2)
Diangkatkan darinya siksa kubur oleh Allah S.W.T., (3) Dianugerahi orang itu dengan kitab
tulisannya (perbuatan di dunia) pada sebelah kanan (pihak yang selamat), (4) Melalui titian
(Siraatal Mustaqiim) di atas neraka sepantas kilat, (5) Dimasukkannya Allah SWT ke dalam
syurga tanpa sebarang hisab dan tanpa sebarang siksaan. Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang
bermaksud Solat lelaki berjemaah lebih baik daripada solat 40 tahun di rumahnya seorang diri
dan solat berjemaah itu mendapat 27 darjat - serta solat berjemaah di rumahnya bersama anak
(anak) dan isterinya akan mendapat pahala haji dan umrah )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berselawat ke atas ku, bagaimanakah
keadaanmu?
raja iblis : "Mereka telah membelah muka hamba disebabkan ingatan kuat terhadap Tuan
Hamba
(Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa berselawat ke atasku, maka para
Mailaikat akan memohon diampunkan (segala dosanya) dia dan dia adalah sebahagian daripada
isi syurga
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat Hari Raya di masjid, bagaimanakah
keadaanmu? Kerana Tuhanku yang Maha Besar telah berfirman - Hai sekelian Malaikat!
Saksikanlah olehmu bahawa sesungguhnya telah Aku ampunkan sekelian dosa umat Muhammad,
lelaki dan wanita/perempuan, Maka apabila telah selesai dari solat dan khutbah dibacakan,
maka Firman Allah SWT Hai umat Muhammad! Pulanglah kamu ke rumah masing-masing,
sesungguhnya Aku telah mengampunkan dosa kamu yang terdahulu dan yang kemudian dan Aku
telah gantikan dosamu itu dengan kebajikan!
raja iblis : "Ya Rasulullah! Apabila umat Tuan Hamba pergi (untuk) bersolat Hari Raya, maka
hamba sangat berdukacita dan kesal. Maka hamba pun menjerit sehingga datang sekelian bala
tentera hamba dan (mereka) bertanya Hai raja kami! Siapakah yang engkau marah? Adakah
ianya (puncanya) dari langit atau dari bumi? Perintahkanlah kami sekelian pergi membinasakan
barang di langit dan di bumi. Maka hamba menjawab Hai bala tenteraku! Apa yang
menyebabkan aku berdukacita ialah kerana Allah SWT telah mengampuni umat Muhammad
pada Hari Raya ini. Wahai sekelian bala tenteraku! Tidakkah kamu mengetahui bahawa Allah
SWT telah memberkati puasa umat Muhammad? Dan Tuhan amat mengasihi dan mengasihani
mereka dengan penuh rahmat serta diperkenankan segala doa mereka dan diampunkan segala
kesalahan mereka? Wahai tenteraku! Hendaklah kamu goda mereka itu supaya malas beramal
ibadat dan resah dengan berjalan ke sana dan kemari serta asyik berjudi serta bersukaria
memuaskan nafsu dengan mengerjakan maksiat supaya datang kemurkaan Tuhan ke atas
mereka itu dan ditimpakan bala ke atas mereka kerana dengan demikian, akan membawa
kesenangan di dalam hatiku. Maka berangkatlah sekelian bala tentera iblis syaitan untuk
mengganggu umat Muhammad
RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca doa akhir tahun (Hijrah), bagaimanakah
keadaanmu?
raja iblis : "Telah bersusah payah hamba menggoda mereka sepanjang tahun, tiba-tiba
mereka membaca doa (yang hanya) mengambil masa yang sedikit, maka lemahlah hamba lalu
hamba menyapu dengan tanah (dan berkata), aduhai, celaka betapa malang dan celaka diriku
dengan kerugian, maka hamba pun berpaling (dan) pergi
(Doa Hujung Tahun AllaaHomma maa amiltu min amalin fii HaaziHissanati mimmaa nahaitanii
anHu, walam tar Dhahu walam tan sahu, wahamilta alaiyya ba da qud rotika alaa, uquubatii,
wada autanii ilattaubati ba da jur aatii alaa ma Siatika, fainnii astaghfiruka faghfirlii
waHablii min amalin tarDhahu, wa wa datanii alaihitsawwaab )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku membaca doa awal tahun, bagaimanakah
keadaanmu?
raja iblis : "Ya NabiyUllah! Putuslah harapan hamba, kerana barangsiapa membaca doa awal
tahun, (maka) Tuhan memerintahkan dua Malaikat supaya membakar buku kesalahan hambanya
dan dituliskan kebajikan di dalam (buku kebajikan) disebabkan orang yang membaca doa ini .
(Doa Awal Tahun AllaaHomma antal abdiyyulQadiim,waHaaziHi sanatu jadiidatun, as aluka
fiihal iSmata minassyaiTooni wa au liyaa ihi. Wal au na alaa Haa dzihiinnafsil ammaarati
bissuu wal ish ti ghaala bisaa yuQorribunii ilaika yaa Kariim )
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyokong engkau?
raja iblis : "Orang yang tidak bertaubat atas dosanya dan suka ketawa ketika berbuat dosa
berkenaan. Ya NabiyyUllaah! Telah hamba binasakan ramai manusia dengan (menggoda mereka)
mengerjakan dosa daripada berbagai-bagai (jenis) maksiat, maka hamba gembria. Tiba-tiba,
mereka mengucapkan kalimah-kalimah Laa ilaa Ha illAllaah dan istighfar, maka binasalah
hamba, kerana pada masa hamba dibuang ke dunia (dulu), hamba mengembara sambil bersiulsiul
dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis syaitan, tetapi orang yang azan itu adalah
penghalau iblis syaitan, kerana para Malaikat akan hadir bersolat bersama-sama dengan mereka
.
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sekarang apalah kesudahan ikhtiar engkau di atas umatku,
kerana aku telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia ini bagi menyelamatkan sekelian bani Adam
daripada kufur kepada iman, daripada gelap gelita kepada terang benderang?!
Maka iblis pun mengangkat kepalanya ke hadhirat Tuhan dan berkata Yaa Rabbi! Demi
kemuliaan Engkau, sentiasalah hamba akan berusaha dengan bersungguh-sungguh pada menarik
sekelian anak Adam kepada berbagai-bagai jalan maksiat selama ada nyawa di tubuh mereka,
hamba jadikan pemuda dan wanita bercampur dan berkenalan, supaya hamba dapat mencelah
di dalamnya.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT :
Hai mala un, Demi Kebesaran dan KetinggianKu, bahawa Aku sentiasa bersedia untuk
mengampuni dosa umat Muhammad selagi mereka itu memohon ampun kepadaKu
RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan?
raja iblis : "Ya Rasulullah! Bahawasanya hamba sangat ajaib (hairan) melihat dua macam hal
sekelian hamba Allah SWT iaitu (1) Mereka itu mengaku kasihkan Tuhan, walhal mereka itu
taatkan hamba dan berbuat maksiat, (2) Mereka itu sangat marah kepada hamba, tetapi
mereka menurut hasutan hamba.
(Maka) Datanglah Firman Allah SWT:
Hai mala un! Demi Kemuliaan dan KebesaranKu, Aku anugerahi umat Muhammad (dengan) 2
kebahagiaan : (1) Kasih mereka kepadaKu dijadikan kifarah (penebus dosa) bagi maksiat
mereka kerana tipudayamu, dan (2) Kemarahan mereka kepadamu Aku jadikan kifarah
(penebus dosa) perbuatan maksiat mereka kepadaKu
Maka iblis tercengang-cengang mendengar umat Muhammad yang sangat dikasihi Tuhan
GhafuururRahiim yang Maha Mengampuni lagi Maha Mengasihani hambanya dengan limpah
rahmatNya.
Setelah selesai baginda Rasulullah S.A.W. berdialog dengan raja Iblis, maka baginda menghalau
iblis dengan sabdanya : Wahai laknatullah! Nyahlah engkau dari hadapanku ini maka iblis pun
keluar dengan perasaan yang amat dukacita.
Maka hairanlah para sahabat yang hadir dalam majlis berkenaan mendengar tipudaya iblis yang
menyelubungi seluruh umat manusia.
Sabda Nabi S.A.W.: Hai para sahabatku! Ketahuilah olehmu bahawa iblis telah membuat
kesalahan atas beberapa sebab : (1) ia engkar dan membantah perintah Tuhan, (2) ia takabbur
dan besar diri (3) ia berhasad dengki dengan Nabi Adam a.s. (4) Ia menghasut dan mengkhianati
(manusia) (dari) seorang kepada seorang (yang lain) seperti yang telah ia ajarkan kepada Qabil
dengan tipudayanya sehingga berani Qabil melakukan pembunuhan ke atas saudaranya Habil
yang disayangi oleh Nabi Allah Adam a.s.
Sabda Nabi S.A.W.: Bahawa pada suatu hari, Iblis mengadap Nabi Musa bin Imran a.s. dan
berkata : Yaa NabiyuLLaah! Apabila Tuan Hamba bermunajat kepada Allah S.W.T di Bukit
Tursina, hamba hendak bertaubat kepada Allah SWT, adakah (taubat) hamba diterimanya?
Maka sukacitalah Nabi Musa a.s. mendengarkan iblis yang hendak bertaubat itu lalu baginda
menyanggupi permintaan iblis. Setelah tiba di Bukit Tursina, maka berdoalah baginda kepada
Allah SWT memohon petunjuk. Maka datanglah Firman Allah S.W.T. : Wahai Musa, kesalahan
iblis boleh Ku ampunkan dengan syarat hendaklah ia (iblis) bersujud pada kubur Nabi Adam
Maka Nabi Musa a.s. pun menyampaikan firman Allah S.W.T. kepada iblis. iblis mengeluh dan
berkata Wahai Nabi Musa! Semasa Adam masih hidup pun hamba tidak sudi bersujud
kepadanya, inikan pula, Adam telah mati Maka iblis pun beredar.
Sabda Nabi : Bermula (tegaknya) tiang dunia ini dengan 4 perkara : (1) Dengan ilmu para
ulama, (2) Dengan adilnya sekelian raja-raja, (2) Dengan kemurahan (hati) orang-orang kaya,
(4) Dengan doa sekelian fakir miskin.
Maka sekiranya tidak ada ulama, nescaya binasalah sekelian orang yang jahil dan sekiranya
raja-raja tidak adil, nescaya (segolongan) manusia (ibarat) memakan (segolongan) manusia
yang lain sebagaimana harimau menghambat dan memakan kambing. Sekiranya (pula) tidak ada
kemurahan (hati) orang-orang kaya, nescaya binasalah sekelian fakir miskin dan sekiranya tidak
ada doa fakir miskin, nescaya runtuhlah langit dan bumi.
KISAH NABI IDRIS A.S. MENIKAM MATA iblis (KEMBALI KE ATAS)
Pada suatu hari, sedang Nabi Idris a.s. duduk menjahit bajunya, tiba-tiba berdiri di hadapan
pintu rumahnya seorang lelaki memegang sebiji telur di tangannya. Katanya Ya Nabi Allah Idris!
Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Maka Nabi Idris a.s. memandang lelaki berkenaan dan baginda terus mengecam lelaki
berkenaan sebagai iblis laknatullah.
Nabi Idris A.S. bersabda: Marilah ke sini dekat denganku, tanyalah apa yang engkau kehendaki.
Maka raja iblis itu pun mendekati baginda sambil mengulangi pertanyaannya : Ya Nabi Allah
Idris! Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Sahut Nabi Allah Idris A.S. : Jangankan memasukkan dunia ini ke dalam telur sebesar ini,
bahkan ke dalam jarumku yang sekecil inipun, Tuhanku Maha Berkuasa memasukkan dunia ke
dalamnya Lalu dengan pantas Nabi Allah Idris A.S. pun menikam mata raja iblis dengan jarum.
iblis pun terperanjat dan kesakitan lalu melarikan diri setelah menerima tandatangan Nabi
Allah Idris A.S. yang telah menyebabkan ia buta sebelah matanya sehinggalah zaman
kebangkitan Junjungan kita dan kekasih Allah SWT iaitu Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W.

Read Users' Comments (0)

Islam Masuk Ke Indonesia

Sejarah masuknya islam ke indonesia
Sejauh ini, perbincangan mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia masih didominasi dua teori yang sudah klasik dan klise, serta disinyalir penulis buku ini mengandung penanaman ideologi otentisitas. Bias ideologi otentisitas itu kira-kira menyatakan, kalau Islam yang datang ke Nusantara bukan berasal dari tanah Arab atau Timur Tengah, maka nilai kesahihan dan ke-afdhal-annya akan dipertanyakan. Makanya, teori pertama tentang datangnya Islam di Nusantara menyatakan bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang yang berasal dari Arab/Timur Tengah. Teori ini dikenal sebagai teori Arab, dan dipegang oleh Crawfurd, Niemann, de Holander. Bahkan Fazlur Rahman juga mengikuti mazhab ini (Rahman: 1968). Kedua adalah teori India. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India. Pelopor mazhab ini adalah Pijnapel yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Snouck, Fatimi, Vlekke, Gonda, dan Schrieke (Drewes: 1985; Azra: 1999).
Terlepas dari dua teori di atas, para sejarahwan umumnya melupakan satu komunitas yang juga memberikan kontribusi cukup besar atas berkembangnya Islam di Nusantara, khususnya Jawa. Mereka adalah komunitas Cina-muslim. Meskipun selama ini terdapat beberapa kajian tentang muslim Cina di Jawa, tapi uraiannya sangat terbatas, partikular dan spesifik (hanya menyakup aspek-aspek tertentu saja) di samping sumber-sumber yang dipakai untuk merekonstruksi sejarah juga masih terbatas. Makanya, sampai kini bisa dikatakan, belum ada satu karya ilmiah yang membahas secara ekstensif mengenai kontribusi muslim Cina di Indonesia.
Padahal, eksistensi Cina-muslim pada awal perkembangan Islam di Jawa tidak hanya ditunjukkan oleh kesaksian-kesaksian para pengelana asing, sumber-sumber Cina, teks lokal Jawa maupun tradisi lisan saja, melainkan juga dibuktikan pelbagai peninggalan purbakala Islam di Jawa. Ini mengisaratkan adanya Pengaruh Cina yang cukup kuat, sehingga menimbulkan dugaan bahwa pada bentangan abad ke-15/16 telah terjalin apa yang disebut Sino-Javanese Muslim Culture. Ukiran padas di masjid kuno Mantingan-Jepara, menara masjid pecinaan Banten, konstruksi pintu makam Sunan Giri di Gresik, arsitektur keraton Cirebon beserta taman Sunyaragi, konstruksi masjid Demak --terutama soko tatal penyangga masjid beserta lambang kura-kura, konstruksi masjid Sekayu di Semarang dan sebagainya, semuanya menunjukkan pengaruh budaya Cina yang cukup kuat. Bukti lain dapat ditambah dari dua bangunan masjid yang berdiri megah di Jakarta, yakni masjid Kali Angke yang dihubungkan dengan Gouw Tjay dan Masjid Kebun Jeruk yang didirikan oleh Tamien Dosol Seeng dan Nyonya Cai.
Nah, pelacakan Sumanto dalam buku ini tidak berhenti di situ. Ia mendapati bahwa pada nama tokoh yang menjadi agen sejarah, ternyata telah terjadi verbastering dari nama Cina ke nama Jawa. Nama Bong Ping Nang misalnya, kemudian terkenal dengan nama Bonang. Raden Fatah yang punya julukan pangeran Jin Bun, dalam bahasa Cina berarti “yang gagah”. Raden Sahid (nama lain Sunan Kalijaga) berasal dari kata “sa-it” (sa = 3, dan it = 1; maksudnya 31) sebagai peringatan waktu kelahirannya di masa ayahnya berusia 31 tahun.
Dengan ditemukannya beberapa fakta sejarah di atas, seharusnya etnis Cina mendapatkan perlakukan yang proposional dari pihak pribumi, khususnya warga muslim. Sikap ramah perlu mereka tunjukkan kepada mereka, sebagaimana sikap terhadap warga negara Indonesia asli keturunan Arab, India, atau Eropa. Namun yang terjadi sepanjang sejarah dan saat ini justru sebaliknya. Pada etnis Cina sebagai komunitas etnis, di mata masyarakat telah melekat sifat-sifat yang mengandung unsur peyoratif seperti kikir, eksklusif, hingga identik dengan Konghuchu. Inilah sebagian pandangan yang diwariskan pihak Belanda kepada masyarakat Jawa di saat institusi kolonial itu mulai mengukuhkan hegemoninya di negeri ini. Sikap antipati yang diwarisi dari Belanda itu berawal dari hubungan harmonis yang terjalin antara masyarakat Jawa dengan etnis Cina, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun politik pada zaman Belanda mulai menjajah Indonesia. Demi melihat itu semua, kontan Belanda merasa tersaingi, terutama di dalam bidang perdagangan. Puncaknya, Jendral Andrian Valckeiner, mengadakan pembantaian massal atas etnis Cina, yang kemudian dikenal dengan chinezenmoord (pembantaian orang Cina) yang terjadi pada bulan oktober tahun 1740. Setelah tragedi itu, di Kudus juga terjadi pertikaian yang disulut oleh semangat anti-Cina. Ini belum lagi ditambahkan berbagai peristiwa berdarah di negeri ini yang melampiaskan objek kemarahannya pada etnis Cina pada umumnya.
Tidak hanya berhenti disitu, setelah peristiwa 1740, VOC mengeluarkan kebijakan yang disebut passenstelsel, yakni keharusan bagi setiap orang Cina untuk mempunyai surat jalan khusus apabila hendak bepergian ke luar distrik tempat dia tinggal. Selain passenstelsel, VOC juga mengeluarkan peraturan wijkenstelsel. Peraturan ini melarang orang Cina untuk tinggal di tengah kota dan mengharuskan mereka membangun “gettho-gettho” berupa pecinan sebagai tempat tinggal. Kedua kebijakan tersebut bermaksud agar mereka mudah diawasi dan dikontrol. Inilah salah satu bentuk politik rasialisme anti-Cina pertama di Jawa, yang lambat laun menciptakan status “in-group” dan “out-group” dalam lapisan masyarakat.Kategori ini kelak menciptakan segregasi sosial-politik-ekonomi Cina dengan pribumi.
Namun argumen yang dipaparkan di atas bukan berarti melegitimasi etnis Cina --baik muslim maupun non muslim-- untuk meminta penghargaan atas kontribusi nenek moyang mereka atas islamisasi Jawa, dengan penghormatan yang layak tanpa memperbaiki sikap dengan cara menunjukkan iktikad baik dalam bersosialisasi dengan pribumi. Yang seharusnya terjadi di antara etnis Cina --muslim dan non muslim-- dengan pribumi adalah simbiosis mutualisme.
Para sejarahwan yang menyangsikan kontribusi Cina-muslim atas Islamisasi Jawa, umumnya berangkat dari kenyataan sejarah bahwa aliran keagamaan yang dibawa dan dikembagkan oleh Cina-muslim adalah mazhab Hanafi yang berciri rasionalistik. Sedangkan penduduk muslim di Indonesia mayoritas mengikuti mazhab Syafi’i. Alasan paling mungkin untuk menjelaskan fenomena ini adalah telah terjadi perpindahan mazhab beberapa muslim dari Hanafi ke Syafi’i. Hal itu didorong oleh realitas sosiologis masyarakat Jawa yang tidak memungkinkan persemaian mazhab Hanafi yang rasionalistik. Sebaliknya mazhab Syafi’i dinilai lebih kompatibel dengan semangat kebudayaan masyarakat Jawa yang tidak bisa dilepaskan dari tradisi lokal (local tradition).
Daerah yang dijadikan sebagai objek kajian oleh Sumanto adalah Jawa. Satu hal yang membedakan antara tesis yang dihasilkan penulis buku ini dengan Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Objek kajian yang diteliti Azyumardi Azra adalah Sumatra, selain faktor waktu yang diteliti oleh keduanya juga berbeda. Hanya saja, itu semua tidak mengurangi nilai penting buku ini sebagai sebuah dokumen analisis sejarah. Buku ini mencoba memotret lebih jauh peranan yang dimainkan etnis Cina-muslin dalam proses islamisasi Jawa pada bentangan abad XV dan XVI. Tujuan buku ini, dengan menganalisis dan mengungkap sisi sejarah masa itu, diharapkan sentimen primordialistik dan semangat anti-Cina yang sudah lama mengakar di dalam persepsi masyarakat Indonesia sedikit demi sedikit dapat berkurang atau hilang sama sekali. Semoga saja…………………………………!
Yang penting, penekanan pada dataran penelusuran genologis sejarah. telusuri akar sejarah dan menitikberatkan pada sisi objektif dari banyaknya kemungkinan alur sejarah yang muncul kurang akurat dan tidak logis tentang hal peranan Cina Muslim di awal-awal masuknya Islam ke Indonesia (mungkin ke Tanah Jawa. Boleh juga. Tetapi perlu dicermati, bahwa ketika Anda menulis bahwa penamaan Sunan Bonang, Raden Patah dan sebagainya sebgai Cina, rasanya koq nggak tepat. Boleh jadi memang begitulah pada waktu itu orang-orang Cina (perantauan) yang ditakdirkan sebagai Cina Muslim( istilah ini bagi saya kurang bagus, nanti ada pembedaan yang dibuat-buat seperti Jawa Muslim, Madura Muslim, USA Muslim, Canada Muslim, dst). Nampak sekali tulisan Anda hendak mengistimewakan para perantauan Cina ("yang muslim"). Dan tengan adanya perlakukan (masa kini khususnya) terhadap orang-orang Cina, harusnya Saudara tahu, mengapa kelompok masyarakat tertentu kurang menyukai etnis ini dan ini tak perlulah dilebih-lebihkan.
Sekitar tahun 69-70 an pernah terbit Buku berjudul “Runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Masuknnya Islam di Indonesia” yang dikarang oleh Prof.Dr.Slametmuljana (alm). Pengarang adalah seorang Sejarawan lulusan Leuen, Belgia, mantan Dekan FSUI dan Direktur Pusat Studi Asia di Singapura serta perna menjadi isiting solar di Albany, New York.
Jarang sekali dari kita yang pernah membaca buku yang diterbitkan oleh Penerbit Gunung Agung tersebut dan sampai saat ini sangat sulit mendapatkannya, karena penerbitan buku tersebut dianggap dapat membuat “heboh” dan dilarang oleh Pemerintah Orde Baru.
Didalam buku tersebut, permasalahan yang diungkap dalam buku Pak Sumanto, diungkapkan seara gamblang dan ilmiah, berdaasrkan penginggalan sejarah yang sampai saat ini dapat kita lihat di Klenteng Sampokong, Semarang, Masjid Demak, Masjid Kudus, dll.

Read Users' Comments (1)komentar